Iseng-iseng saya ngubek-ngubek file2 document dan merapikan kertas-kertas berdebu yang sudah jarang saya sentuh dikarenakan kecanggihan teknologi (Internet) :P
ditengah keasikan bermain-main dengan kenangan, saya menemukan kumpulan puisi yang sudah lama saya tulis. ingin rasanya saya menulis puisi lagi. sudah lama rasanya saya tidak lagi menulis puisi. Salah satunya adalah ini.
Detik, Langkah, Siang
Panas
Keringat berbulir jatuh disudut tebing bingkai wajah
Penyelimut organ diri semakin terbakar tunduk dengan keagungan Sang Penguasa Hari
Satu waktu yang ganjil ditengah derasnya tangisan langit yang menyelimuti periode kenikmatan Tuhan
Melewati beribu-ribu detik dan terik
Serta berbulir-bulir tangisan wajah
Menunggu
Menunggu datangnya tiupan lembut dunia
Duduk di singgasana bumi
Terdiam, bisu, sunyi, sendiri
7200 detik terlibas tak bersisa karena keserakahan penguasa singgasana Tuhan
7200 detik daun pun berteriak
Sampai dimana dikau?
Dan kesunyianlah yang menjawab
Puisinya bagus banget.. b^^d
ReplyDeletekirim ke RPD dunk...
thank you om toto :D
Deletemasih terus berusaha berkarya :)
semoga bisa jadi lebih baik :)
hahaha...nggak PeDe nih...puisinya msih puisi pemula :P