Sang fajar kembali ke pangkuan Ibundanya
Angin memanggil-manggil segerombolan pencari alam
Ratu malam bersembul malu diantara rimbunan tangan-tangan alam
Tenang, Santai, Relax
Bersenggama dengan bahasa alam
Bercengkrama Para daging tak bertulang
Menggerakkan persendian...sembari melemparkan kartu-kartu judi kehidupan
Diskusi renyah para pencari kenyataan alam
Keindahan ratu malam yang semakin disembunyikan oleh gumpalan-gumpalan penghias nirwana
Bersenandung bersama petikan senar
Keindahan yang tercipta dari Sang Ibunda
Disaksikan oleh seluruh dunia, segerombolan pencari ilmu alam
Tertawa berselimut kejanggalan
Apakah Salahku?
Angin memanggil-manggil segerombolan pencari alam
Ratu malam bersembul malu diantara rimbunan tangan-tangan alam
Tenang, Santai, Relax
Bersenggama dengan bahasa alam
Bercengkrama Para daging tak bertulang
Menggerakkan persendian...sembari melemparkan kartu-kartu judi kehidupan
Diskusi renyah para pencari kenyataan alam
Keindahan ratu malam yang semakin disembunyikan oleh gumpalan-gumpalan penghias nirwana
Bersenandung bersama petikan senar
Keindahan yang tercipta dari Sang Ibunda
Disaksikan oleh seluruh dunia, segerombolan pencari ilmu alam
Tertawa berselimut kejanggalan
Apakah Salahku?
No comments:
Post a Comment