Tuesday, July 24, 2012

Hidup itu tidak pernah mudah


Hidupku dan hidupmu berbeda. Tetapi dalam perbedaan tersebut ada banyak sekali kesamaan. Salah satu dari kesamaan tersebut  adalah hidup kita semua selalu di bumbui dengan masalah dan tantangan.  Terkadang tantangan itu sangat besar sehingga membuat kita berfikir bahwa kita sudah ada di ujung tanduk dan sudah tidak mempunyai jalan keluar lagi. Namun dengan seketika, akal kita bias menyelesaikan masalah tersebut dan tak jarang, masalah tersebut diselesaikan dengan ‘calon’masalah baru. Dalam kenyataannya kita selalu jatuh bangun (bagai lagu dangdut) tapi taukah dirimu bahwa semua ini telah direncanakan. Semua ini sudah dirancang dengan sempurnah oleh sebuah jawaban. Jawaban ini merupakan jawaban dari seluruh isi hati makhluk ciptaan-Nya yang hidup dibawah lindung-Nya.

Makhluknya (tak Cuma manusia saja) selalu diuji dan diberikan tantangan. Tidak lain dan tidak bukan, hanya ingin membuat makhluk tersebut kuat dan memiliki hidup yang berwarna serta bervarisasi. Takcuma monotone lancer-lancar saja, walaupun terkadang ada saja saudara kita yg memiliki pengalaman tersbut.
Dalam kala ini, cobaan yang diberikan oleh-Nya untuk sekelompok makhluk ciptaan-Nya adalah berpuasa. Mungkin bagi kebanyakan orang yang aku kenal, berpuasa bukanlah hal yang istimewa. Banyak yg berkata dirimu hebat karena tidak makan dan tidak minum sama sekali. Tapi ada pula yang marah dan mencemooh dan berkata “Kebodohan apa yang telah kamu lakukan? Mengapa kamu menyiksa dirimu sendiri?”atau “apa?! Mau mencoba merasakan penderitaan orang miskin yang jarang makan??”bah, itu expressi lain dari segelintir orang. Untuk diriku, bulan ini adalah bulan peperangan. Perang terbesar, terutama karena tahun ini aku melalui peperangan ini di negeri orang yang dalam periode bulannya telah memasuki summer time (matahari lebih panjang dari hari normal) dan rata-rata waktu puasa adalah 19 jam dalam sehari. Berbeda dengan tanah air kita yang katanya makmur dan kaya raya tetapi masih saja tidak sadar dan kurang mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Di negeri khatulistiwa tersebut, puasa menjadi salah satu moment besar yang di hijabkan dan diselenggarakan oleh seluruh negeri. Masjid, musholla saling mengumandangkan adzan saat waktu sholat tiba. Tadarus bersama dikala menunggu adzan berbuka, dan tarawih bersama. Sungguh membuatku merinding karena rindu. Disini aku menghabiskan hari-hariku dengan bekerja dan menggerakkan sendi-sendi tubuhku untuk melunasi peminjaman naunganku berteduh selama aku merantau. Indah memang negeri ini. Tetapi kehangatan keluarga yang aku rindukan, hanya bisa di puaskan dengan berkumpul bersama kawan-kawan se-paspor yang telah kuanggap sebagai sosok keluarga.

Mau apa dikata, sudah dua kali aku berlebaran di negeri ini dan akan menjadi ketiga kalinya untuk tahun ini. Harapanku satu, semoga pengorbanan dan tantangan yang aku hadapi ini mendapatkan balasan yang setimpal dengan hasil study-ku. Hah, study… pendidikan yang dinilai dengan angka yang hadir di lembaran putih penentu nasib serta pengalaman bekerja. Hal ini menjadi hal yang aku takutkan. Selama ini aku berada di negeri penjajah untuk mencari segudang pengalaman dan selembar kertas yang tergores didalamnya tulisan B.ASc. kertas ini yang akan menjadi penentu mau dibawa kemana masa depanku. Semoga jalan untuk mendapatkan goresan tersebut selalu diberi jalan dan diberi petunjuk oleh-Nya. Walau aku tahu bahwa tantangan dari-Nya pasti tak akan pernah mudah

buahh...ternyata panjang juga ya.. :p -hasi menggalau di kantor-
Nila -MJ-

No comments:

Post a Comment