Tuesday, July 31, 2012

Belanda dan hari ke 12 ramadhan


Hari ke-12 Ramadhan 2012 merupakan satu hari yang cukup dingin untuk summer di Belanda. Terheran-heran diriku melihat bahwa ternyata di pagi yang dingin ini, masih ada orang yang betah dan hanya mengenakan selembar kaos tipis menerjang udara yang cukup dingin bagiku dan membuatku mengeluarkan kembali jaket autumn pemberian mamaku tahun lalu dan syal yang senada dengan terusan lengan panjangku. Walaupun hari ini cukup dingin, ada rasa syukur dalam hatiku karena cuaca tidak sepanas minggu kemarin. Allah SWT memang maha tahu dan maha pengasih. Dia memberikanku ‘tamu’saat udara di Belanda keluar dari jalurnya dan mencapai suhu 28°C. Hal yang sangat membahagiakan untukku, mengingat aku yang lahir dan besar di dataran tropis nan indah, Indonesia.
Udara dingin seperti ini juga merupakan cobaan, disaat rekan-rekan kantor mengantri di mesin kopi untuk menikmati segelas kopi atau kapuchinno hangat skaligus untuk menghangatkan tangan-tangan mereka di dinding gelasnya, aku hanya beristigfar dan duduk di depan meja kantorku sembari membaca beberapa ayat-ayat Al-Qur’an.
Aku merasa bahwa seseorang sedang mengamatiku, tetapi fokusku tak teralis sampai aku menyelesaikan satu ayat. Lelaki Belanda yang merupakan rekan seruanganku melihatku dengan tatapan yang berbeda. Semerta dialihkan pandangannya dariku ketika aku melihatnya. Beberapa menit kemudian, dia bertanya “wah, lagi baca Al-Qur’an ya?”. Aku jawab dengan anggukan dan senyuman simpul di bibirku. Dia tahu beberapa hal tentang muslim dan Alhamdulillah dirinya tidak anti terhadap keyakinanku ini walaupun dirinya sendiri tidak memiliki keyakinan. Dia pernah bercerita kepadaku bahwa dia pernah tinggal beberapa bulan di Malaysia sehingga dia kurang lebih tahu kebiasaan ibadah umat muslim. Beruntunglah diriku memiliki teman seruangan yang sangat menghormati keyakinan satu sama lain yang membuat suasana di ruangan ini begitu menyenangkan.
Di coffee break sore ini, ada salah satu rekan kerja yang membuat kue dan berbagi bersama kami. Sangat di sayangkan bahwa aku harus berpuasa saat ada makanan gratis pengganjal perut. Tetapi kawanku dan diriku tak kehabisan akal. Aku mencari box makanan yang bisa aku pakai untuk membawa pulang kue itu sebagai bekal buka puasa. Kutemuka kotak itu dan kuisi penuh si kotak mungil berwarna hijau yang entah siapa pemilik karena sudah di abaikan berbulan-bulan di atas lemari.
Untuk menu berbuka, tak disangka salah satu keluarga Indonesia yang ada disini mengundangku untuk buka puasa dengan menu masakan padang (akhirnya, dari kemarin sudah ngiler masakan padang) Alhamdulillah. Berkah Allah datang tanpa diduga. Memang aku berencana masak rendang daging untuk menu berbuka hari ini. Tetapi karena undangan sudah disampaikan, saya dengan senang hati akan meluncuk ke TKP. Kebetulan rumah dari yang punya acara sangat dekat dengan kantor. Jadi pulang kantor, langsunglah aku meluncur.

---to be continue

-menggalau edisi II di kantor-

No comments:

Post a Comment