Wednesday, August 1, 2012

belanda dan hari ke 12 ramadhan (part 2)


Kedatanganku di rumah keluarga itu disambut sangat hangat. Mereka memiliki 3 orang anak yang 2 diantaranya lahir di Belanda. Anak terakhir masih berusia sekitar 6 bulan (kalau nggak salah, soalnya saya jg agak lupa) tertawa renyah melihatku datang. Aku pun menyapanya dan menggendongnya. So cowok dempal yg mungil ini hobi banget narik-narik rambutku yang panjang terurai karena tak ku ikat. Ternyata seluruh hidangan sudah siap tersaji saat aku baru tiba. Jadilah diriku bengong sambil maen dengan anak-anak dan ngobrol ringan sembari menonton Olimpiade yang huforia sampai kemana-mana. Ketika aku menggendong si kecil yang sekarang sudah bisa membalikkan badannya dan berceloteh khas anak-anak, sang tuan rumah memberika comment “udah cocok tuh nil, tinggal kapan undangannya”
Buahahaha….sontak aku tertawa karena comment sang tuan rumah. Aduh, kan jadi malu. “bismillah 5 tahun lagi” jawabku. Ya, aku memang sudah berencana untuk menikah pada usia segitu. Semoga seseorang yang dipilihkan ortu untukku adalah seseorang yg memang sudah aku tunggu. walaupun entah kenapa perasaanku kepadanya masih belum bisa d katanya orang yang jatuh cinta. aku berusaha, tapi entahlah...
Pada pukul 8:45 pm, pasukan rusuh PPI Nijmegen tiba di tempat acara. Sekitar 15 orang makan bersama di tempat tersebut. Menu padang yang sudah memanggil-manggil pun semakin menggiurkan. Ditambah kolak pisang sebagai hidangan berbuka, semakin menambah kenikmatan. Pukul 9.28 pm adzan magrib berkumandang. Serta merta seluruh ruangan mengucap hamdalah dan kami pun siap untuk menggilas habis santapan hari itu. Salah seorang kawanku sudah berada dalam posisi siap menerkam dengan piring dan sendok di tangan dan posisi nungging mendekatkan diri pada nasi yang mengepul-ngepul dan memberikan semerbak aroma.
Sekitar satu jam music piring dan sendok yang beradu mengiringi malam ke 13 ramadhan. Tak terasa sudah hamper masuk pertengahan bulan. Setelah itu, kami sholat magrib berjamaah. Kebahagiaan malam itu bertambah semarak karena Indonesia mendapatkan medali perak di cabang olahraga angkat besi putra. Teriak bahagia membahana ketika berdera Indonesia nangkring di posisi ke-2. Setelah selesai, kami (aku dan rekan2 PPI) pamit untuk bersiap pulang. Jam menunjukkan pukul 11.30 pm dan aku tidak punya lampu sepeda. Akirnya aku memutuskan untuk nekat pulang. Eehh, tak disangka dan tak diduga, sang nyonya rumah menawariku menginap disana. Bagai gayung bersambut, kuiyakan ajakin itu dengan sedikit ragu. Akhirnya aku menghabiskan malam disana bersama keluarga kecil yang sejahterah itu. Terasalah kehangatan keluarga yang selama ini aku rindukan. Seandainya ini Indonesia dan bukan belanda, seandainya aku berbaring di kasur kamarku di Sidoarjo.
Saat jam menunjukkan pukul 3 pagi, kamarku diketuk dan karena aku emang dasarnya susah di bangunin, sepertinya sang empunya rumah udah capek ngebangunin. Dengan detik-detik terakhir, beliau membangunkanku dan untungnya, aku bangun (ini suatu keajaiban yang aku sendiri nggak tau darimana datangnya). Kami bersantap sahur dengan nasi goreng ikan teri dan telur mata sapi. Rasa makannya…mantapp banget deh. Pokoknya sahur paling mantap selama aku di belanda (karena aku jarang makan sahur, jadi ini menjadi sahur special).
Paginya aku ke kantor menggunakan blus lengan panjang yg dibeli dari india, katanya ini handmade. Dengan hati-hati aku memasukkan tubuhku yang kian mekar (bukannya jadi kurus) dan dalam hati aku berjanji akan mencuci baju ini dengan sangat hati-hati.
Begitulah ceritaku di hari ke 12 ramadhan.
Dan jangan khawatir, karena cerita..akan berlanjut J

No comments:

Post a Comment